Translate

♥♥♥ Assalamualaikum.... Wellcome in my blog cintaukhti.blogspot.com... Kritik/Saran send an email to fnmutmainah@gmail.com ♥♥♥
Jumat, 26 Februari 2010 3 komentar

Mengapa aku harus ikhlas??

> Mengapa aku harus ikhlas.... tentunya, agar iblis jungkir balik, kalah telak tanpa balas
> Mengapa aku harus bekerja keras... agar aku mendapatkan berkah dalam setiap butir beras
> Mengapa aku harus memiliki tujuan yang jelas .... agar karya-karyaku berkualitas
> Mengapa aku harus hidup tanpa waswas.... agar magnet diriku tidak terlepas
> Mengapa aku harus bekerja dengan tuntas.... agar manfaatku bisa berbekas
> Mengapa ikhlasku harus menjiwa.... sebab kalau tidak bukan ikhlas namanya
> Mengapa aku harus tetap berbahagia... karena bahagia adalah hak manusia semesta
> Mengapa aku harus hanya menyembah-Nya... sebab Dialah sumber segala serba
> Mengapa aku harus jatuh cinta.... karena cinta membuat hatiku berbunga
> Mengapa aku tak boleh kecewa... boleh saja selama kecewaku berbuah taqwa
> Mengapa aku tak boleh berduka... boleh saja selama dukaku memurnikan cinta
> Mengapa aku tak boleh bercita-cita menguasai dunia....boleh saja jika aku sudah kuasai diri sendiri
> Mengapa aku tak boleh tebar pesona.... sebab segala pesona adalah milik Allah semata

> Tugasku menebar manfaat dan bukan menebar pesona
> Mengapa aku tak boleh mengeluh... karena keluhan membuatku rapuh
> Mengapa aku tak boleh separuh..... mau dimana wajahku ditaruh
> Mengapa aku tak boleh berlabuh.... sebab sekarang saatnya melepas peluh
> Mengapa aku tak boleh bertaruh.... boleh saja jika caraku penuh dan tawakkalku utuh
> Mengapa ikhlasku tak boleh berkarat .... sebab Allah itu dekat
> Mengapa aku tak boleh gila hormat... sebab orang gila harus dirawat
> Mengapa aku tak boleh menjilat.... sebab mendzikirkan lidah jauh lebih nikmat
> Mengapa aku tak boleh cinta berat... sebab dunia ini sebentar lagi kiamat
> Mengapa aku tak boleh lari dari masalah.... Mengapa aku harus lari dari kasih sayang-Nya?
> Mengapa aku tak boleh gundah dan gelisah.... agar jantungku tak lekas tua dan darahku tak lekas berdarah
> Mengapa aku tak boleh membenci dan memfitnah.... karena aku tak mau memakan daging yang mentah
> Mengapa aku tak boleh jika menginginkan semuanya indah.... Karena indah hadir dibalik masalah
> Mengapa aku harus ikhlas .... agar Allah meridhoiku, dan itulah yang terbaik untuk ku dan untuk semestaku

0 komentar

Tips Buat yang SAKIT HATI

1. Muhasabah (Koreksi Diri). Sebelum kita menyalahkan orang
lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita
merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti.
Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai
bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat
kesalahan.

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki, dan Ambisi. Iri,
dengki, dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan
untuk memasuki hati manusia. Ambisi yang berlebihan, dapat membuat
seseorang buta dan tuli. Bila tidak dilandasi iman, seorang yang
ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan
ambisinya.

Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan
terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia
tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak
akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu
memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki
kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta
dunia, sehingga dengki pun sirna.

Rasulullah bersabda, "Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang.
Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas
kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh
Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya. "
(HR. Bukhari).

3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati. Bila
marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak
tanpa pertimbangan akal. Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa
nafsu. Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu
mempermainkan diri manusia. Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin
menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata, "Jika manusia keras hati, maka
kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola."

4. Menumbuhkan Sifat Pemaaf. "Jadilah engkau pemaaf, dan
suruhlah orang mengerjakan yang ma?ruf, serta berpalinglah dari
orang-orang yang bodoh." Demikian firman Allah dalam Al-Qur?an Surat
Al-A?raf : 199.

Ingat, Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hambaNya. Tak peduli
sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia
bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf
selebar-lebarnya. Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya
berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain,
sebelum ia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih
terasa lapang.

Rasulullah bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di mana engkau
berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan
tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan
akhlak yang baik." (HR. Hakim dan At-Tirmidzi) .

5. Husnudhdhan (Berprasangka Baik).
Allah berfirman, "Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari
kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing
sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."
(QS. Al-Hujurat : 12).

Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim
lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya. Ia mengatakan yang
macam-macam tentang saudaranya, dan menilai dirinya lebih baik. Tentu,
itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, hendaknya setiap
muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering
memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.

6. Menumbuhkan Sikap Ikhlas. Ikhlas adalah kata yang ringan
untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. Orang yang ikhlas
dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah. Ia tidak memiliki
pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan
kenikmatan, maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan
kesusahannya pun, ia bersabar. Ia selalu percaya bahwa Allah akan
senantiasa memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Orang yang ikhlas
akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya
hanya kepada Allah. Hanya kepadaNyalah ia mengantungkan harapan.

Lagi sakit hati??
cobalah amalkan kiat di atas. Okay!! ^_^
Insya Allah, beban hati akan berkurang. Dada anda pun terasa lapang.



3 komentar

La Takhaf wa la tahzan...

Jika ini ketentuanMu,
ku coba tabahkan hatiku,
karena pasti tersirat sesuatu di balik yang tersurat itu...
karena ku manusia biasa,
tidak terdaya memikirkan apakah hikmahnya...
apakah rahsianya..
hidup ini terus berputar,
tiada masa untuk lengah,
tiada masa untuk patah,

ku kuatkan hati yang serapuh kaca ini,
ku salutkan bersama doa tulus suci,
karena doa itu tersimpan satu kekuatanku,
kekuatan dari yang Empunya segalanya...

dan pastinya dunia bukan milikku sendiri,
untukku atur segalanya,
karena yang takdir itu mengatasi tadbir...
tadbir dari manusia yang lemah,
takdir dari Tuhan Yang Maha Mencipta,

ku simpan segala pahit dan duka,
dalam surat kehidupan ini,
yang penuh sirat pengajaran...

di sebalik yang terjadi
pasti ada yang terjanji
termateri sesuatu yang pasti
jika kau ridho ketentuan Ilahi...

~

alangkah banyak jalan keluar yang datang selepas rasa putus asa dan betapa
banyak kegembiraan datang selepas kesusahan. Siapa yang berbaik sangka kepada
Penguasa 'Arasy dia akan memetik manisnya buah yang dpetik di tengah tengah
pohon berduri..

''...inna nasrolLahi qorib''2:214
Amiin.. Bi iznilLah Ya ILAHI...

pimpinlah kami dalam menjalani kehidupan fana ini dengan kasih sayangMU yang
tiada batasannnya...

Irhamna Ya Allah, Faghfirlana Ya Allah...



0 komentar

La Tahzan Ukhti.. Innallaha Ma ana

1. Jangan bersedih… jika tidak ada seorangpun yang mau membantumu
Hmmm ketika banyak orang meminta pertolongan… seringkali… telinga-telinga tidak mendengar… hati membeku…tangan-tangan enggan terulur… mata tak lagi ada sorot kasih dan mulutpun lebih mudah menghujat.
Apakah kita harus menyerah????
Mungkin … memang ini adalah JalanNYA… mengajarkan kita untuk menahan diri tidak mengemis.. mencegah adanya pandangan hina terusap diwajah… Lalu… apakah kita harus bersedih???? Allah berniat mengasihi kita… dengan caraNYA… DIA mengajarkan hanya bergantung padaNYA, mengajarkan kesabaran yang panjang atas sebuah harapan dan memerintahkan kita untuk terus berdoa… meningkatkan keimanan kita.

2.Jangan bersedih jika Dizalimi, Dilecehkan atau diHina orang lain
Islam mengajarkan untuk tidak mendendam dan membalas perlakuan yang tidak pada tempatnya pada kita, kenapa????? Hal itu akan merendahkan dan meletakkan posisi kita sama dengan orang-orang tersebut. Lalu… apakah kita harus diam??? Ada banyak cara untuk menyalurkan kemarahan… dari membalas dengan kebaikan… hingga melakukan marah yang ma’ruf…, yang tidak marah kepada orangnya tetapi marah pada perbuatannya. sehingga orang tersebut dapat tersadar… Tergantung mana yang akan kita pilih…

3. Jangan bersedih, Jika berhadapan dengan Masalah
Karena masalah menjadikan kita kuat… Masalah menjadikan kita dewasa… Masalah menjadikan kita makin beriman… Masalah akan menjadi sumber pahala, jika kita mampu mendampingi orang yang terkena masalah. Dan… dengan kita hanya menyibukkan diri melihat suatu masalah… dari sisi kesulitannya… kita tidak akan pernah bisa keluar dari masalah itu…. bahkan akan makin terpuruk dan terkurung.

Bila mungkin ada luka Coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa Coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti
Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati tenang
Damai jiwa dan raga

“Dan Jangan kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” QS Yusuf (12) : 87



Rabu, 24 Februari 2010 2 komentar

Tipe-Tipe Akhwat

1. Akhwat Garis Keras

Nyang model gini yang paling yahut nih, mulai dari A to Z semuanya berlandaskan Al-Qur’an N Sunnah. aQ jamin kamu kagak bakalan bisa ngajak akhwat model gini pacaran. Kalo mo nyoba sok ajah, paling ente ntar dapet wejangan masalah hubungan antara pria dan wanita dalam islam (amsyong deh ente, he…).

2. Akhwat Garis Depan

Nah kalo nyang model gini sebenernya gak jauh beda ama nyang pertama tadi, cuman bedanya diaktifitasnye aja. Akhwat model gini biasanya aktif di organisasi keislaman (baik kampus atau masyarakat), trus pas ada demonstrasi biasanya bediri paling depan (makanya namanya akhwat garis depan, he… ngasal banget ye…)

3. Akhwat Garis Tengah

Nyang satu enih, agak lumayan. Suka aktif di organisasi juga, cuman biasanya gak terlalu loyal (biasa-biasa aja, makanya namanya garis tengah, he…). Antum (cie… antum…) bisa berkomunikasi dengan lancar apabila berhadapan dengan nyang model gini, tapi tetep juga harus islami (jaga pandangan, gak megang-megang, dll, he…).

4. Akhwat Garis Belakang

Akhwat macam ini, biasanya baru masuk dalam organisasi ato belum menguasai bidang keilmuan islam secara utuh, yang biasanya dipegang teguh (cie… he…) oleh para akhwat nyang diatas. Akhwat seperti ini aQ istilahkan sebagai akhwat dalam proses perkembangan iman (ha…ha…) ato juga yang sebenarnya udah lama cuman masih tetep belom bisa berubah sepenuhnya.
Dan akhwat macam ini masih bisa didekati oleh antum, tapi tetep harus hati-hati (karena pasti dalam bimbingan murobbinya, cie…).

5. Akhwat garis belakang banget

Nah, kalo nyang modek gini biasanya bisa dipacarin, meski berkedok taaruf (telah dibuktikan oleh 87 dari 129 jomblo ikhwan yang iseng…). tapi antum juga meski menjaga jarak ma ni akhwat, karena kalo enggak bisa kek bumerang (senjate makan tuan, he…).


6. Akhwat Tanpa Garis

Kalo nyang kayak gini biasanya cuman kesing-nya aja, tapi isinya kagak ada apa-apanya. Status akhwatnya cuman karena dia akhwat secara harfiah (akhwat=sodara perempuan), tapi kalo dari prilaku, ENGGAK!. Lo bisa dapetin akhwat model gini dengan atau tanpa trik n tips yang tersebut diatas.

Secara garis besar, cuma segitu aja ya… Males nulisnya kalo banyak-banyak, bacanya juga males kan?. Nah buat antum yang akan mengejar serta menjemput akhwatnya, GUD LUK aja…


0 komentar

Keutamaan-Keutamaan Sifat Malu

Allah mencintai sifat malu,

“Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemalu dan Maha Menutupi. Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan.” Hadits Shahih riwayat Abu Dawud (4012), an-Nasa-I (I/200), Ahmad (IV/224) dari Ya’la bin Umayyah radhiallahu’anhu.

Malu adalah akhlaq Islam,

“Sesungguhnya setiap agama itu berakhlaq, Sedangkan akhlaq agama islam adalah malu.” Hadits Hasan riwayat Ibnu Majah (4181), al-Khara-ithi dalam Makaarimul Akhlaaq (49), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamush Shaghiir (I/13-14) hadits dari Anas.


Termasuk bagian dari iman,

Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu, bahwasannya Rasulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam melewati seorang laki-laki dari sahabat Anshar sedang menasehati temannya tetang rasa malu. Lalu Rasulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam bersabda, “Biarkan ia, sesungguhnya malu merupakan bagian dari iman” HR. Bukhari (Fathul Baari X/521), Muslim Syahr an-Nawawi II/6-7)

Sifat malu mendatangkan kebaikan,

“Malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan” HR. Bukhari (Fathul Baari I/74)

Sifat malu menghantarkan ke surga

“Malu itu bagian dari iman. Dan iman tempatnya di surga, sedangkan ucapan keji termasuk bagian dari tabiat kasar, tabiat kasar itu tempatnya di neraka.” Hadits Shahih riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Hibban 1929, al-Hakim I/52, Ahmad II/501 dari banyak jalan.

Free Sparkle Multi Cursors at www.totallyfreecursors.com
 
;